Hakikat IPA dan Pengertian Alam Semesta
Bab 1, Hakikat IPA.
a)
Pengertian IPA
IPA
secara umum meliputi tiga bidang ilmu dasar, yaitu fisika, biologi, dan kimia.
IPA hakikatnya merupakan suatu produk, proses, dan aplikasi. Sebagai produk ipa
merupakan sekumpulan pengetahuan, sekumpulan konsep dan bagan konsep. Sebagai
suatu proses, IPA merupakan proses yang dipergunakan untuk mempelajari objek
studi. Sebagai aplikasi, IPA merupakan sebuah teori yang melahirkan teknologi.
b)
Tahap perkembangan alam pikiran
manusia sampai lahirnya IPA.
Ø Mitos
Tahap ini
terjadi karena keterbatasan manusia dalam pengamatan, peralatan, dan cara
berpikir pada saat itu
Ø Penalaran
deduktif-tahap rasionalisme
suatu cara
berpikir yang didasarkan atas pernyataan yang bersifat umum untuk ditarik
kesimpulan yang bersifat khusus, menggunakan pola berpikir silogisme.
Ø Penalaran
Induktif-tahap empirisme
Suatu cara berpikir untuk menarik “kesimpulan umum”
berdasarkan pengamatan-pengamatan atas gejala-gejala yang bersifat “khusus” dan
didasarkan pada empirisme (Pengetahuan yang benar adalah pengetahuan yang
diperoleh langsung dari pengalaman konkrit).
Ø Metode keilmuan/ilmiah.
Merupakan perpaduanantara penalaran deduktif dan
penalaran induktif.
c) Peranan
Ilmu IPA.
1. Mendeskripsikan (menyandra)
2. Menjelaskan (eksplorasi)
3. Memprediksi (meramal)
4. Mengendalikan (mengontrol)
d) IPA
klasik dan IPA modern.
IPA
Klasik merupakan suatu proses IPA dimana teori dan eksperimen memiliki peran
saling melengkapi dan memperkuat. IPA klasik memiliki kajian yang bersifat
makroskopik, yakni mengacu pada hal-hal yang berskala besar dan kaidah
pengkajiannya menggunakan cara tradisional, ciri yang lain pada IPA tradisional
adalah lebih mendahulukan eksperimen dariapada teori. IPA modern adalah suatu
proses IPA di mana penekanan terhadap teori lebih banyak daripada praktik. IPA
modern memiliki telaahan yang bersifat mikroskopik, yakni sesuatu yang bersifat
detail dan berskala kecil, selain itu, IPA modern menerapkan teori eksperimen,
yaitu menggunakan teori yang telah ada untuk eksperimen selanjutnya.
BAB
2, Alam Semesta
A. Pengertian
Alam Semesta
Alam Semesta adalah ruang di mana terdapat
kehidupan biotik dan abiotik dan segala macam peristiwa alam yang dapat dilakukan
dan juga yang belum dapat dilakukan oleh manusia. Dalam alam semesta ini,
terdapat banyak sekali kehidupan biotik dan abiotik dari yang terkecil dan yang
terbesar, mulai dari atom hingga benda-benda luar angkasa yang menghuni sistem
tata surya kita.
B. Sistem
Tata Surya
Sistem tata surya kita disebut dengan
heliosentris, yang dicetuskan oleh Nikolas Kopernikus seorang ahli astronomi
dari polandia, ia mengatakan bahwa sistem tata surya kita yang menjadi pusatnya
adalah matahari, sehingga planet dan benda luar angkasa lainnya mengelilingi
matahari sebagai pusatnya. Begitu juga dengan bumi yang kita tinggali saat ini,
bumi mengelilingi matahari atau berevolusi selama 1 tahun penuh, proses
mengelilingi matahari oleh bumi dan planet lainnya disebut dengan Revolusi.
Revolusi mengakibatkan perubahan musim dan perubahan lamanya siang dan malam.
C. Proses
Evolusi Matahari.
Proses
Evolusi matahari membutuhkan waktu yang sangat lama, mulai dari matahari masih
berupa awan (kurang lebih 5 milyar tahun yang lalu) sampai proses matahari
kehabisan energinya (5 milyar tahun yang akan datang). Proses tersebut sampai
sekarang ini masih terus terjadi dan berlanjut sampai matahari kehabisan
energinya pada suatu saat nanti.
D. Bumi
dan Bulan
Bumi merupakan satu-satunya planet saat
ini yang bisa ditempati oleh manusia, bumi merupakan planet yang istimewa
karena jarak dari
matahari tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh sehingga makhluk hidup di
dalamnya tidak merasa terlalu panas dan terlalu dingin. Selain itu, bumi
memiliki air yang merupakan kunci kehidupan bagi seluruh makhluk hidup. Bulan
merupakan benda langit yang selalu mengelilingi bumi sehingga disebut dengan
satelit bumi. Selain mengelilingi bumi, bulan juga mengalami rotasi (berputar
pada porosnya) secara bersamaan.
E.
Geosfer
Bumi sendiri
dari lapisan-lapisan yang konsentris, disebut sphaira /sfera/sfir.
Berdasarkan
sifat bahan penyusun, keguanaan bagi manusia, sfere tersebut terdiri dari:
Ø Atmosfer
(udara yang mengelilingi matahri)
Ø Hidrosfer
(air yang berada pada permukaan bumi)
Ø Lithosfer
(Batuan padat pada perut bumi)
Ø Barysfer
(lapisan inti bumi yang paling dalam)
Komentar
Posting Komentar